Kalahkan Novara, Perpisahan Manis untuk Sang Legenda Hidup

Giornata terakhir AC Milan ditutup dengan manis di Stadion San Siro, pada laga terakhir ini Milan berhasil mengalahkan Novara dengan skor 2-1, lewat sumbangan gol dari Mathiu Flamini dan juga dari sang legenda hidup AC Milan yakni Filippo “Super Pippo” Inzaghi yang menjadi penentu kemenangan AC Milan. pada laga ini Milan tampil dengan skuad yang memang bukan pemain inti namun di ujung tombak tetap mengandalkan Zlatan Ibrahimovic, karena pertandingan ini spesial, dan khusus bagi pemain-pemain AC Milan yang menjadi pemain spesial selama membela Milan, pertandingan kali ini dikhususkan bagi mereka yang akan berpisah dengan Milan, yang telah berjuang bersama.

Alesandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Filippo Inzaghi, Genaro Ivan Gattuso, Clarance Seedorf, Mark Van Bommel,  Flavio Roma. musim depan mereka akan berpisah dengan Milan, mereka adalah pemain yang berjasa bagi Milan, mampu berjuang habis-habisan bersama Milan. Alesandro Nesta pemain ini bagi saya spesial di beli dari Lazio kala itu dan di duetkan dengan Paolo Maldini menjadi duet terdahsyat di lini belakang Milan. Gianluca Zambrota datang dari Barcelona namun kontribusinya bersama Milan amatlah spesial walaupun tak selama Nesta dan Gattusa rasanya dia telah cinta dengan Milan sampai air matanya tak terhenti ketika Milan mengadakan upacara perpisahan di San Siro. Filippo Inzaghi, hari itu sangat spesial bagi Pippo, gol terakhirnya untuk Milanisti di persembahkan oleh bomber Italia yang memiliki jiwa pesepak bola bak ksatria, meskipun usianya tak muda lagi tapi semangatnya patut di contoh.

Genaro Ivan Gattuso, ksatria Milan di lini tengah berjuang tanpa henti untuk Milan, meskipun tempramen itu saya rasa karena dia cinta mati dengan Milan, Rhino selalu maksimal dalam bermain saya rasa Milanisti akan sangat merindukannya. Clerence Seedorf, teknik, skill, pribadinya menawan. dia sangat berbeda dari pemain-pemain Belanda pada umumnya, Seedorf memiliki nilai lebih, kadang otak serangan Milan berasal dari Seedorf, ia memiliki kedewasaan yang lebih dari para pemain Milan tak salah kalau dia di tunjuk sebagai kapten saat Ambrosini dan Gattuso sedang tidak bermain, Seedorf adalah pemain yang hebat di mata saya. terakhir ada Mark Van Bommel, keberadaannya di Milan baru 1 setengah musim namun dia menunjukkan bahwa tak salah Milan memboyongnya dari Munchen, berkali-kali para penyerang tim lawan kesulitan melewati gelandang yang memiliki postur besar ini, Bommel menangis ketika dia harus berpisah dengan Milan, saya memahaminya karena memang Milan itu memperlakukan pemain dengan baik dan hangat seperti layaknya keluarga, saya memahami perasaan Bommel yang lainnya yang harus berpisah dengan  seluruh orang yang ada di Milan, dan Milanisti pun juga sangat merindukan kalian, kalian telah berjuang selama ini , terimakasih. Forza Milan

Posted on May 14, 2012, in Sepak Bola and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: